in

Meluruskan Kembali Arti Affiliate Marketing

Beberapa bulan belakangan, tepatnya dimulai dari awal tahun 2022, Indonesia dihebohkan oleh beberapa crazy rich yang mendapatkan uang berlimpah dari hasil investasi mereka di aplikasi trading yang ternyata bodong.

Lihat juga: Cara Cek Invetasi Bodong dari Pesan WhatsApp

Mereka sejatinya tidak mendapatkan uang dari hasil trading, melainkan dari mereka yang ikut mendaftar melalui link mereka.

Apakah masalah?, yang jadi masalah adalah ketika mereka menggunakan link tersebut, dan ketika mereka gagal dalam melakukan proses trading, maka kerugian mereka akan jadi keuntungan untuk crazy rich abal-abal tersebut. Diperparah lagi aplikasi trading abal-abal yang digunakan disetting agar penggunanya selalu salah langkah (alias kalah judi).

Di sini banyak warga +62 yang sudah mulai mengenal apa sih itu link affiliate. Sebuah link yang apabila orang lain menggunakannya, maka pemilik link akan dapat untung, dan pengguna link juga akan dapat untung, semisal diskon harga.

Hal inilah yang tidak ditemukan di aplikasi investasi bodong yang ditawarkan oleh Crazy Rich abal-abal.

Tapi, permasalahan affiliate ini terus meruncing, hingga menyebabkan mereka para affiliate yang bersih ikut kena getahnya.

Kok bisa?. Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Affiliate Marketing Adalah..

Pengertian affiliate marketing, sebenarnya sudah penulis terangkan pada bagian awal artikel.

Prinsip kerjanya adalah berbasis komisi. Sistem bisnis yang membayar jasa seseorang ketika orang tersebut berhasil menjual produk atau jasa dari merchant atau perusahaan melalui internet kepada mereka yang membutuhkan.

Kamu, tidak harus memiliki produk tersebut, karena sejatinya yang kamu tawarkan adalah informasi atau link. 

Lalu apa sih bedanya dengan dropshipper, dan reseller. 

Secara garis besar, perbedaan dropshipper dan affiliate itu hampir mirip. Hanya saja perbedaannya terletak dengan pengaturan harga. Affiliate marketing tidak memungkinkan kamu untuk mengatur harga yang ada, sedangkan sistem dropshipping bisa.

Kalau dengan reseller?. Jelas berbeda, Reseller harus menyiapkan barang atau bendanya terlebih dahulu, dan ia pun bisa dengan bebas mengatur harga yang diinginkan.

Ada banyak perusahaan besar yang menjalankan strategi ini. Sebut saja Anakteknik.co.id, Rajabacklink, Niagahoster, dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, ada banyak para affiliater yang sudah sukses. Dan tentu saja mereka adalah orang-orang yang jujur. Contohnya seperti Rianto Astono, Habibie Afsyah, Anne Ahira, Berto Saksono Jati dan lain-lain.

Intinya affilate bukan pekerjaan yang kotor, seperti yang dibicarakan oleh banyak orang awam saat ini.

Istilah yang Benar Mengenai Affiliate

Rianto Astono dalam sebuah postingannya di Facebook bercerita tentang istilah pelaku affiliate marketing yang akhir-akhir ramai di media.

Ya, istilah yang kurang tepat, yakni Affiliator. Penambahan akhiran “Or” memberikan konotasi negatif, layaknya “Or” dalam kata koruptor.

Istilah yang lebih umum digunakan adalah Affiliater, Associates, Referrer, dan juga JV Partner. Rianto Astono juga menegaskan bahwa Affiliater adalah metode marketing legit dan punya prospek cerah.

Jauh dari tindakan kriminal. Beliau sangat menyayangkan kegaduhan yang akhir-akhir ini terjadi, dan menyebabkan banyak affiliate marketer kena getahnya. Mereka yang menyebarkan link, untuk sama-sama meraih untung, baik dari pihak penyebar, maupun yang pengguna link, justru berasa divonis sebagai pelaku kejahatan.

Hal inilah yang sebenarnya juga penulis rasakan. Semoga artikel ini dapat mencerahkan dan meluruskan kembali arti affiliate yang sempat bengkok.

Kunjungi juga artikel-artikel penulis di platform lain melalui link ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

GIPHY App Key not set. Please check settings

softlens

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memakai Softlens

Inilah 8+ Penyebab Skincare Tidak Cocok Lagi di Wajah Kita